Saturday, October 27, 2012

Happy National Blogger Day, Bloggers!! ^^

Pagi ini bangun dan baca timeline twitter, ada beberapa tuips yang mengucapkan 'Selamat Hari Blogger Nasional!' Huwoooowwwhh ! Secara saya juga seorang yang aktif nge-blog, maka saya pun merasa menjadi salah satu yang 'berulang tahun' hari ini. Saya pun ikut menuliskan di twitter:



Ya, blog buat saya adalah sarana untuk menyalurkan ide dan inspirasi saya, dan bukan nggak mungkin untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya. Saya pertama kali memiliki blog adalah di tahun 2008. Saya ingat betul waktu itu saya sedang bekerja di sebuah portal berita, jadinya ya setiap hari berkutat dengan internet :D Dari situ saya tahu blog itu apa, yaitu media internet di mana kita bisa nulis dan posting suka-suka. Wah, seru nih. Maka kemudian muncullah blog ini. Isinya? Boleh dirunut deh postingan dari tahun 2008, kebanyakan ya tentang curhatan-curhatan saya tentang perasaan saya waktu itu, hihihiii..

Well, setiap blogger pasti memiliki tujuan masing-masing saat bikin blog, yang kemudian berpengaruh pada konten blog. Dan selama tujuan itu positif, buat saya nggak ada yang salah, juga tentang mengisi curahan hati di blog. :D Tapi seiring perkembangan waktu, saya sering membaca ulang blog saya dan berpikir, "Najis, ngapain gue dulu nulis gituan ya? Norak, ah!" Hehe.. Dan secara tidak disadari pula, saya mulai 'rapi' dalam mengisi postingan di blog. Saya berusaha menempatkan diri sebagai orang lain yang juga membaca blog saya. Kira-kira suka juga nggak ya? Bermanfaat nggak ya buat mereka?

Maka kalau melihat konten blog saya sejak akhir 2010, isinya adalah sharing tentang hal-hal yang saya lakukan yang sebisa mungkin juga bisa dinikmati oleh umum. Lalu mulai tahun 2011, saya memperbanyak konten blog saya dengan resensi buku dan prosa karya saya. Ya, masih ada juga lah satu-dua tulisan curhatan saya, tapi sebisa mungkin menulisnya nggak asal-asalan, hehe..

Apakah saya bersenang-senang dengan blog saya? Apakah saya mendapatkan sesuatu dari blog saya? Apakah ada orang lain yang termanfaati dengan blog saya? Puji Tuhan, jawabannya adalah ya, ya, dan ya. :) Meski berusaha menulis agar bisa dibaca dengan baik oleh orang lain, saya tetap bersenang-senang kok saat menulis. Nggak sampai harus kaku dengan kaidah-kaidah bahasa baku. Tapi yang jelas format penulisan memang lebih diperhatikan, misalnya paragraf jangan terlalu panjang, biar lebih rapi dan nggak capek bacanya. :) 

Dan saya juga mendapatkan sesuatu dari blog ini. Misalnya, teman yang juga pemilik dari Penerbit Haru tertarik untuk meminta saya menuliskan resensi buku Haru untuk dipasang di media, setelah melihat resensi novel 'Then I Hate You So' di blog ini. Dan saya bersyukur banget ketika ada beberapa teman yang bilang, mereka tertarik saat membaca resensi buku yang saya tulis, atau ada juga teman yang menikmati prosa hasil bersenang-senang saya. :D

Bicara soal bermanfaat, saya juga beberapa kali melihat konten blog saya 'dipindahkan' ke blog atau situs lain. Baik dengan mencantumkan credit, maupun tidak mencantumkan. Ini nih contohnya:


Review novel 'My Boyfriend's Wedding Dress' di http://kpopkoreadrama.blogspot.com/2012/08/review-novel-my-boyfriends-wedding.html yg diambil dari sini (thx for putting the credit :) )


Review novel 'Seoul Cinderella' di http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000041574/seoul-cinderella.html yg sayangnya nggak mencantumkan credit ke blog saya, padahal jelas-jelas persis dengan yang di sini :(

Yah, kesal juga sih kalau ada yang main catut isi blog tanpa mencantumkan credit. Waktu itu sempat protes ke yang bersangkutan lewat twitter tapi nggak digubris. Tapi ya sudahlah, nggak mau terlalu ambil pusing karena kan tujuannya bagus, buat promosi buku. Ya senang aja kalau tulisan saya bisa berguna buat bahan promosi. :)

Jadi menurut saya, nge-blog itu banyaaak sekali manfaatnya. Bayangkan ketika ada pengunjung ke blog kita karena mereka sedang googling tentang satu info dan diarahkan ke blog kita, wuaaah! Rasanya senang dan bangga! :D 

Oh ya, selain blog ini yang isinya lumayan random, saya juga punya satu blog lagi yang isinya khusus tentang traveling, yaitu http://travelerwannabe04.blogspot.com/ saya buat sejak September 2011. Di sana saya sharing tentang catatan perjalanan saya, info, tips, dan hal-hal lain berkaitan dengan traveling. 

Seru banget lah, karena melalui media blog saya bisa menyalurkan kesukaan-kesukaan saya yaitu: baca, menulis, dan traveling. Saya percaya ketika kita menyukai sesuatu dan melakukannya secara kontinyu dan (sebisa mungkin) serius, maka hal tersebut akan membawa hasil baik buat kita. Mungkin bukan sekarang, tapi suatu saat nanti. :) Dan lewat blog lah saya melakukan hal tersebut. Bukan nggak mungkin kesukaan yang berujung passion itu akan mewujudkan mimpi-mimpi kita. Amin!

Selamat Hari Blogger Nasional, kawan-kawan blogger! :)

dinoy

Monday, October 22, 2012

A Bite About CheekyRomance


Info Buku:
Judul Buku: Cheeky Romance
Penulis: Kim Eun Jeong
Penerbit: Haru
Genre: Romance Comedy
Kategori: Fiksi, Novel terjemahan
Tebal: 450 Halaman
Harga: Rp 65.000


Berawal dari diselingkuhi pacar yang merupakan rekan kerja sendiri, berimbas pada tindakan emosional yang malah berakibat fatal pada kelangsungan karir Yoo Chae di sebuah stasiun TV. Sebagai seorang reporter, karir Yoo Chae selama ini bisa dibilang biasa-biasa saja. Dia belum pernah sekali pun dipercayai memegang satu acara tetap. Suatu hari kemarahannya yang dilampiaskan dengan menulis makian di situs jejaring sosial milik perusahaannya, membuat dia dikecam dan terancam kehilangan pekerjaannya. Untungnya, ia masih dipercaya untuk membawakan satu program acara secara langsung, dan tugas pertamanya adalah liputan tentang salah satu restoran. Hal yang menyenangkan menurut Yoo Chae, namun ia tak menyangka bahwa ini adalah awal pertemuannya dengan Yoon Pyo yang membawa petaka.

Bagi Yoon Pyo, profesinya sebagai seorang dokter kandungan membuatnya memperhatikan benar hal-hal sekitar ibu hamil dan kondisi janin. Makanya ia sering gemas dengan ibu-ibu hamil yang tidak menjaga kandungannya dengan baik dan berbuat macam-macam. Anak adalah suatu anugerah dari Tuhan, dan tidak setiap perempuan beruntung dikaruniai kemampuan untuk mengandung dan melahirkan bayi. Yoon Pyo tidak habis pikir jika ada seorang calon ibu yang mengabaikan kondisi janinnya.

Yoo Chae yang baru saja bisa mengatasi masalah yang diakibatkan karena tindakan emosionalnya, dan Yoon Pyo yang harus menghadapi ibunya yang tidak pernah akur dengannya, secara tidak sengaja bertemu di salah satu restoran. Dengan tidak sabaran dan penuh emosi, Yoon Pyo melabrak Yoo Chae yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang berbahaya bagi janinnya. Yoo Chae merasa terkejut dengan kehadiran pria yang tahu-tahu mengacaukan pekerjaannya itu.  Ia bertekad akan melakukan tindakan untuk membalas perbuatannya. Namun yang terjadi, Yoo Chae dan Yoon Pyo malahan disandingkan dalam sebuah acara dokumenter. Apakah Yoo Chae menyetujui untuk syuting bersama Yoon Pyo? Bagaimana Yoon Pyo mengatasi kekacauan yang diakibatkan oleh sifat tidak sabarnya?

Setelah konflik antara idola dan antifan (So, I Married the Anti-fan), calon pengantin dan gaun pengantin yang tertukar (My Boyfriend’s Wedding Dress), Kim Eun Jeong kembali menuliskan ide yang segar di novel ‘Cheeky Romance’ ini. Konflik antara reporter wanita dan dokter kandungan pria yang menjadi idola di rumah sakit. Konflik yang diawali dari suatu kesalahpahaman yang terlanjur beredar di masyarakat luas, membawa dua manusia ini ke dalam kisah cinta yang menggelitik. Permasalahan keluarga yang membalut cerita ini juga menambah pesan moral yang disampaikan di novel ini. Masih dengan kekhasan Kim Eun Jeong yang menuliskan alur cerita dengan dialog dan adegan yang taktis dan seru, sehingga novel ini dapat dengan mudah divisualisasikan ala drama Korea oleh pembacanya.



dinoy

Sunday, October 21, 2012

Close To You - a Novel Review


Info Buku
Judul Buku: Close To You
Penulis: Clara Canceriana
Penerbit: Haru
Genre: Romance
Kategori: Fiksi, novel lokal
Harga: Rp 42.500
Tebal: 264 Halaman
Terbit: Oktober 2012


“Kau… pernah jatuh cinta pada dua orang sekaligus?” 

Jatuh cinta pada dua orang sekaligus, itulah yang Hara rasakan saat ini. Hara menyukai Alex, teman bicara di dunia maya yang menyenangkan. Alex mengenali Hara melalui sebuah nama, Lee. Lee yang dikenali Alex adalah gadis yang manis, lembut, dan ramah diajak bicara. Setiap hari mereka berbincang lewat skype tentang banyak hal. Terutama menceritakan perasaan masing-masing akan hari yang baru saja dilalui.

Di kehidupan nyata, sosok Hara berbeda dengan yang dikenali Alex. Hara tidak suka siapa pun menghalangi jalannya untuk melakukan apa yang diinginkannya. Baginya, tidak ada basa basi, dan setiap orang yang tampak menyebalkan di matanya akan langsung mendapatkan ganjarannya. Cewek yang galak, begitu ia biasa dijuluki. Penampilannya yang tomboi menyembunyikan kecantikan wajahnya. Padahal dibalik sifatnya yang galak dan keras terhadap orang lain, sebenarnya Hara tetaplah perempuan yang memiliki jiwa yang sensitif. Peristiwa di masa lalu membuatnya membentuk dirinya sendiri menjadi seolah-olah tidak memerlukan orang lain. Saat Hara mulai merasakan kenyamanan bersama Alex, Shin Kang datang mengusiknya. Kang adalah mantan pacar Hara yang dulu memutuskannya karena berselingkuh dan tidak tahan dengan pribadi Hara. Namun kini Kang kembali hadir dan berusaha untuk menjadikan Hara sebagai pacarnya lagi. Akankah Hara menerima Kang kembali?

Belum selesai urusannya dengan Kang, ada cowok lain yang juga mencuri perhatian Hara. Dia adalah Bayu, mahasiswa asal Indonesia. Menjadi mahasiswa asing di negara dengan bahasa yang tidak bisa dibilang mudah untuk dipelajari, membuat Bayu agak kesulitan untuk berinteraksi dengan kawan-kawan kampusnya. Apalagi ia adalah cowok yang minder. Pada akhirnya ia menggunakan kemampuan dan ketelatenannya dalam mengerjakan tugas kuliah untuk bisa berinteraksi dengan para gadis. Oh, salah, tepatnya gadis-gadis itulah yang memanfaatkan kemampuannya. Mereka mendekati Bayu untuk sekadar minta dibuatkan tugas atau menyalin catatan mata kuliah. Dan Bayu tidak menolak. Dengan kenaifannya ia berpikir bahwa gadis-gadis itu sungguh-sungguh memerlukan pertolongannya. Namun justru Hara lah yang kesal akan hal ini dan memperingatkan Bayu untuk tidak menuruti kemauan mereka. Kenapa Hara menjadi sepeduli itu terhadap Bayu? Sebenarnya siapakah yg Hara sukai?

Novel kelima karya Clara Canceriana ini bercerita tentang kehidupan mahasiswa di Korea. Di novel ini kita akan diajak menyelami beberapa kebiasaan mahasiswa Korea, juga budaya-budaya negeri tersebut. Lewat kisah di antara kedekatan Hara-Alex-Lee-Bayu-Kang di Kwangdae University, Seoul, kita juga akan diajak untuk menyelami setiap perbedaan karakter dan cara mereka mengungkapkan perasaan masing-masing. 


dinoy

Friday, October 12, 2012

Ceker Ayam Pertamamu di Kencan Terakhir Kita


“Kamu ini lapeer, apa doyan, sih?”

Aku mendengar tawa kecilmu di sela kesibukanku menikmati makanan di hadapanku dengan lahap. Atau kalap. Ah, bodo amat.

“Kenapa emang? Enak banget lho ini, yakin nggak mau ikut makan?”

Kamu menggeleng sambil tersenyum dan memainkan sedotan di gelas es jerukmu. Tapi aku tahu sebenernya diam-diam kamu sudah mulai tergoda sama makanan yang sedang kusantap ini. Tuh, lihat aja matamu dari tadi curi-curi pandang ke arah mangkukku. Jadi sekarang aku sengaja memakannya dengan lambat di hadapanmu. Gerakanku mengangkat isi di dalam mangkuk kemudian mengunyahnya sengaja kubuat berlebihan.

“Ih, emang nggak jijik ya makan ceker ayam gitu? Kan kotor pas hidup si ayam suka ngais-ngais tanah,” ujarmu sambil memperhatikanku menggigiti tulang kaki ayam yang telah dimasak bersama dengan daun bawang, kunyit, serai, ditambahi kol, tomat dan toge. Jadilah Soto Ceker Ayam.

“Enak kali, kamu cobain dulu deh baru komentar,” provokasiku sambil mengisap si ceker hingga menimbulkan bunyi ‘sluurrrpp’... kulihat kamu menelan air ludahmu. Aku tertawa dalam hati.

“Mau?” aku menyodorkan sendok dengan ceker ayam ukuran kecil di atasnya. Kamu menatap dengan ragu.

“Justru ya, karena si ayam ini semasa hidupnya sering jalan-jalan ke mana-mana, makanya kakinya pas dimasak jadi sedap gini. Mungkin pengaruh tanah yang meresap ke cekernya kali, ya?”

“Ah, Tony, jijik ah…” serumu geli, aku semakin tertawa.

“Udah cobain aja dulu, nggak bakal sakit perut deh, kan aku sering makan di sini,” tukasku sambil menyorongkan sendok ke mulutmu, bagai seorang ibu yang merayu anak balitanya untuk makan. Sejenak kamu menarik kepalamu ke belakang sambil memperhatikan sendokku, namun akhirnya kamu membuka mulutmu juga. Kamu mulai mengunyah ceker yang kusuapkan, lalu tangan kananmu ikut campur tangan memegangi tulang sementara gigi dan lidahmu sibuk menggigiti daging yang menempel dan mengisap bumbu yang meresap di tulang.

“Gimana?” tanyaku setelah memperhatikan ritual barumu itu. Kamu nggak berkomentar apa-apa, tapi tangan kananmu dengan cekatan merebut sendok dari genggamanku, dan mengambil kuah soto dari mangkukku untuk dirimu sendiri.

“Ih, kuahnya seger banget ya, Ton!” serumu. Dan kamu nggak berhenti, lanjut menyuapkan ceker yang tersisa, lalu toge, berikutnya kol,  dan tak lupa tomat. Kamu sibuk menghabiskan makanan yang tadinya milikku. Aku tertawa terbahak-bahak dan kamu tak mengacuhkanku.

“Tuh kan, enak kan? Mas, Soto Ceker-nya satu porsi lagi, ya!” aku terpaksa memesan lagi karena sebenarnya perutku masih lapar.

Kita ngobrol banyak malam itu, bahkan setelah seporsi nasi dan Soto Ceker Ayam di hadapan kita masing-masing telah tandas. Aku membuatkan sebuah dongeng untukmu tentang ‘Si Ayam Backpacker’. Ayam yang selama hidupnya doyan jalan-jalan ke berbagai pulau di Indonesia, sebelum akhirnya hidupnya berakhir di tangan seorang pedagang ayam di pasar Senen, dibeli oleh Mat Ali penjual Soto dari Madura yang merantau di Jakarta, diolah dengan bumbu-bumbu rahasia keluarga dan jadilah Soto Ceker Ayam yang tersaji di hadapan kita. Kamu menyimak penuh perhatian seolah percaya dengan ceritaku. Dan akhirnya pukul sebelas malam lewat, kita terpaksa menyudahi kencan pinggir jalan kita, saat Mat Ali hendak membereskan warung tendanya karena dagangannya telah habis terjual.

“Kapan-kapan ajak aku makan ke sini lagi, ya,” ujarmu saat aku menyodorkan helm.

“Siap, tuan putri, asal nggak kapok aja makan ceker ayam yang katanya menjijikkan itu,” godaku.

“Nggak jijik kok ah, kan udah dimasak yang bener,” jawabmu seolah ingin meyakinkan diri sendiri, aku tergelak untuk kesekiankalinya. Malam ini kamu begitu lucu di hadapanku.

“Putri, pulang sama ayah saja, ya.” Baru saja aku selesai menyalakan motorku dan kamu bersiap naik di boncengan belakangnya, saat tiba-tiba terdengar suara bariton dari pria paruh baya di belakangmu. Kamu terkejut, apalagi aku.

“A..ayah? Lho, kok bisa ada di sini?” aku mengangguk penuh hormat ke pria yang kamu panggil ayah itu. Yang bulan lalu dengan tegas memintaku menjauhimu. Yang membuat kita jadi nggak bebas lagi bertemu. Yang membuatmu jadi sering berbohong demi kebersamaan kita. Pria yang menjadi penghalang hubungan cinta kita karena perbedaan status, dan agama.

“Sudah malam, ayo kita pulang, Nak,” pak Heru, nama ayahmu, dengan tenang melepaskan helm dari kepalamu, menyerahkannya padaku tanpa perlu menatap wajahku, dan menggandeng tanganmu melangkah menjauhiku. Menuju mobil yang diparkir tak jauh dari situ. Baru kusadari kalau di depan mobil ada ibumu sedang berdiri juga. Wajahnya menyiratkan rasa takut dan khawatir jadi satu. Aku tersenyum sambil mengangguk kepadanya.

Malam itu, kamu tidak pulang bersamaku, melainkan bersama orang tuamu dengan mobil Alphard hitam mereka. Malam itu, jok belakang motorku kembali menjadi dingin, karena aku harus pulang sendirian, sambil menenteng helm satu lagi yang akhirnya tak terpakai. Malam itu, untuk pertama kalinya akhirnya kamu mau menikmati makanan dari bahan dasar kaki binatang. Malam itu, adalah kencan kita yang menyenangkan. Sekaligus kencan terakhir kita. :(

dinoy
terinspirasi habis makan Soto Ceker Ayam di depan Lottemart Fatmawati

:))

Thursday, October 11, 2012

With You, Sehari Bersamamu


Info Buku:
Judul: With You - Sehari Bersamamu
Penulis: Christian Simamora & Orizuka
Penerbit: Gagas Media
Genre: Romance
Terbit: Juli 2012
Tebal: 316 Halaman
Harga: Rp 50.000

Dua penulis dengan kepribadian dan gaya penulisan yang berbeda, disandingkan dalam proyek novel duet oleh Gagas Media yang berjudul ‘With You’.  Ini adalah buku gagas duet yang kedua yang saya baca setelah ‘Kala Kali’ dan terus terang, saya lebih menyukai konsep duet yang ini. Kenapa? Meskipun saya menyukai dua novela yang disandingkan di ‘Kala Kali’, namun saya kurang bisa menangkap dengan jelas benang merah di antara keduanya. Menurut saya lebih baik jika dua novela itu berdiri sendiri. Namun di novel ‘With You’, selain saya menikmati dua cerita yang berbeda di dalamnya, namun saya juga dengan mudah setuju kalau keduanya disandingkan dan memiliki satu benang merah. Apa benang merahnya? Sabar dulu, ya! ;)

‘Sehari bersamamu’ adalah tagline yang ditampilkan di novel ini. Saat pertama kali tahu dari teman kalau dua novela ini sama-sama mengambil setting waktu satu hari, dan diperkuat lagi saat saya membaca keterangan di sampul bukunya, saya seperti berpikir “Hah, serius nih cuma seharian aja ceritanya? Cungguh? Miapaaahh??* *okay, that was too much! :D* Maksud saya, akan seperti apa kisah yang hanya mengambil waktu sehari dituliskan sepanjang setengah novel? Apa nggak maksain tuh adegan-adegannya? Apa nggak ngebosenin? Oke, daripada sok menilai tapi nggak tahu lebih dalam, saya putuskan untuk membeli dan membacanya.

Dua novela dalam ‘With You’ ini masing-masing memiliki judul ‘Cinderella Rockefella’ yang ditulis oleh Christian Simamora dan ‘Sunrise’ yang ditulis oleh Orizuka. Dua penulis yang memiliki karakter berbeda (salah satu penulis sendiri mengungkapkannya di kata pengantar) serasa mewakilkan kepribadian masing-masing di tokoh utama novelanya. Cindy Tan (Cinderella Rockefella) adalah seorang model yang suka bicara ceplas ceplos, cepat menilai orang lain, dan juga jutek-mewakili karakter ekstrover. Sementara Lyla (Sunrise) adalah karakter gadis yang sederhana, pendiam, dan mudah menerima apa yang terjadi di hadapannya –mewakili karakter introver.

Gaya bahasa dua tokoh utama tersebut tentu saja berbeda. Cara pandang dua gadis ini tentang cinta pun tak sama. Apalagi hal-hal yang mereka lakukan saat mendekati atau didekati seorang pria. Hal ini terlihat misalnya saat Cindy bersama Jere. Meski ia nggak mudah menahan dirinya yang sebenarnya terpesona dengan sosok pria itu, namun ia masih bisa mengimbangi sikap Jere saat mereka makan malam berdua. Sementara Lyla masih merasa kikuk setiap kali ia harus bersinggungan dengan Juna, mantan pacar yang saat ingin ia hindari.

Oh ya, tadi saya sempat meragukan tentang apakah cerita yang disajikan menjadi maksa dan membosankan dengan setting waktu hanya sehari? Jawabannya: nggak. Setiap adegan terasa mengalir. Juga selipan flash back ke masa lalu tidak terasa berlebihan. Dan peralihan antara ‘Cinderella Rockefella’ ke ‘Sunrise’ terasa smooth, dengan menjadikan hubungan persaudaraan Cindy dan Lyla sebagai jembatannya.

‘Keduanya mempersembahkan dua cerita cinta yang menemukan takdirnya dalam satu hari saja’ .. dan saya langsung setuju dengan premis yang diajukan tersebut. Jadi apa benang merah yang saya dapat di novel duet ‘With You’ ini? It’s about finding the one, only in one day. :3


dinoy