Sunday, March 3, 2013

Haru dan Aku: Dear Haru ..



Diambil dari: www.penerbitharu.wordpress.com

Aku kenal Penerbit Haru dari sejak buku terbitan pertamanya, SeoulMate. Aku kenal buku Haru juga dari seorang sahabat. Awalnya, aku bukan pembaca buku bergenre drama fantasi ala SeoulMate, namun karena ini ditulis oleh kawan baikku dan dia memintaku untuk membacanya, ternyata menarik juga! Ya, cerita tentang hantu tapi malah bikin ketawa. Lucu dan unik. Lalu berlanjut membaca buku-buku lain dari Penerbit Haru juga. Iya, termasuk buku-buku terjemahan Koreanya, padahal aku bukan penggemar buku-buku terjemahan karena sering hasil terjemahannya nggak smooth. Tapi lagi-lagi dari orang yang sama yang merekomendasikan buku ini, dan ternyata asyik juga membacanya. So, I Married the Antifan adalah buku terjemahan pertama dari Haru yang membuat aku larut dengan cerita-ceritanya. 

Aku jadi ketagihan baca buku-buku dari Haru, baik yang dari penulis Indonesia, maupun terjemahan dari penulis luar negeri. Meski banyak yang bukan dari genre yang selama ini kubaca, tapi nggak pernah menyesal. Kenapa? Karena jadi memperkaya tipe bacaanku, dan pastinya hal ini berguna banget buat aku yang sedang latihan nulis. Meski, nggak semua buku Haru langsung nyaman saat kubaca. Misalnya, di My Name is Kim Sam Soon masih merasa ada bagian yang terjemahannya terasa patah-patah, padahal ceritanya bagus.

Oh ya, Haru juga yang mengenalkanku lebih banyak tentang K-Pop. Aku ini random, dan aku menikmati setiap hal asalkan memang menyenangkan buatku. Termasuk juga musik. Bacaan-bacaan dari Haru banyak yang menyentil musik K-Pop, misalnya SeoulVivor, beberapa novel dari Lia Indra Andriana juga ada selipan lagu-lagu Koreanya, atau buku We Cannot Stop Here. Buku yang kusebut terakhir sangat menginspirasiku saat membacanya. Aku jadi tahu kehidupan para artis Korea saat memulai debutnya. Mereka yang selama ini hanya kulihat, kudengar, dan kubaca sekilas saja yang tampak glamor, ternyata memiliki kisah yang memotivasi. Dari buku-buku yang menyentil musik K-Pop ini juga telingaku mulai membuka diri terhadap genre musik yang selama ini asing buatku. Dan ternyata, menyenangkan didengarnya. ^^

Bicara tentang media sosial, Haru termasuk akun yang aktif bercuap-cuap di lini masa, di antara sekian akun penerbit buku yang kuikuti. Sering, mereka bicara soal promosi buku. Sering pula, iseng menanyakan opini para followersnya tentang hal-hal di luar buku. Buatku itu asyik, karena jadi terasa dekat dengan para pembacanya. Tapi kadang, Haru juga berlebihan saat update status tentang kutipan-kutipan di bukunya, hehe. Bukan hanya masalah jumlah atau frekuensi updatenya, tapi kadang kutipan itu hanya diambil begitu saja, padahal ketika dibaca konteks kalimatnya biasa saja, nggak semenarik kutipannya. Hehe, bagian dari promosi sih ya. ^_^v

Dan bicara tentang harapan, semoga di tahun ke-3, 4, 5, dan seterusnya.. Haru tetap konsisten dengan kehadirannya. Terus memproduksi buku-buku yang menyenangkan dan inspiratif, juga mengadakan kegiatan-kegiatan yang memberi nilai tambah bagi para pembacanya, seperti kompetisi menulis yang diadakan tahun lalu dan menghasilkan penulis-penulis baru berbakat.

Keep daebak, Haru,, keep inspiring! Hwaiting!! ^.^9

dinoy