Saturday, July 14, 2012

Tentang Dua Ransel Wannabe


Oke.

Balasan singkat dari bos melalui pesan blackbery membuatku bersorak girang dalam hati, lalu bergegas membereskan laptop untuk segera meninggalkan kantor. Sekitar 30 menit lalu aku ijin untuk pulang cepat karena ada acara. Well, sebenarnya nggak fair juga kalau dibilang 'pulang cepat', karena jam kerjaku berakhir pukul 17:30, tepat saat aku mengajukan ijin pulang tadi. Namun begitulah, profesi sebagai auditor seolah  mempunyai jam kerja yang tak terbatas -ya, tentunya ini berlebihan, tapi kamu ngerti kan maksudku?

Lalu di sinilah aku sekarang, 30 menit kemudian. Melongo melihat pemandangan jalan raya menjelang masuk kawasan Sudirman. Rentetan mobil yang berbaris seolah parkir di jalan raya. Metromini dan kopaja mencoba ikut berpartisipasi meramaikan jalan. Stuck! Jumat malam, apalagi yang bisa kamu harapkan dari Jakarta, huh?

Kulirik jam di blackberry ku, hmm.. kalau tepat waktu seharusnya acara sudah berlangsung setengah jam yang lalu. Tiba-tiba gadget yang akhirnya kubeli dari hasil pembagian bonus perusahaan Februari lalu ini menyala merah, tanda ada notifikasi masuk. Segera kubuka pesan baru yang masuk dan, aarrgghh! Aku mengerang dalam hati. Mereka sudah di sana, aku terlambat. Kulirik lagi jalanan di depanku dari balik kaca jendela Kopaja. Nggak ada harapan kalau terus begini ..

Cepat-cepat aku melangkahkan kakiku keluar dari Kopaja, memutuskan beralih ke bis TransJakarta. Sepertinya ini keputusan yang benar, mengingat bis ini memiliki jalur khusus yang setidaknya akan menghindarkan dari kemacetan. Setidaknya itu yang ada di pikiranku, sampai aku melihat barisan antrian penumpang yang … dang! banyak juga yang antri mau naik TransJakarta …

Sembari meringis tak sabar, aku mengingat-ingat lagi apa yang terjadi dan membawaku sampai pada situasi ini …

04 Juni 2012
Tanggal saat aku memutuskan untuk bergabung di sebuah grup blackberry messenger .. Grup yang diprakarsai oleh beberapa orang yang sebelumnya pernah bertemu di suatu acara. Grup yang memiliki satu kesamaan di antara sekian banyak perbedaan anggotanya, yaitu sama-sama suka traveling. Kesamaan itu yang awalnya mengikat grup ini dalam suatu topik pembicaraan, meski akhirnya pembicaraan jadi meluas kemana-mana but I like it! Canda tawa yang nggak ada habisnya, berbagi keharuan melalui celoteh tentang mimpi dan asa, juga saling menolong jika ada yang membutuhkan informasi.

Awal dicetuskan untuk berkumpul di hari Jumat pukul enam malam, aku sudah menyiapkan penolakan. Jarak Fatmawati – Grand Indonesia yang seyogyanya hanya berkisar setengah jam, pastilah bisa jadi tiga kali lipat jika dalam kondisi macet. Like I said, a Friday night, what can you expect from Jakarta but damn traffic jam, right? Ah tapi setelah hanyut dalam percakapan yang menyenangkan dan membuat hari-hariku semakin riuh itu, pastinya aku jadi nggak sabar bertemu dengan mereka, meski nggak semua anggota ikut hadir …

Kembali berpijak di halte TransJakarta. Aku melirik gelisah menanti kedatangan bis ke arah Kota. Dan lagi-lagi ada notifikasi pesan masuk:

Kak Dini aku udah di halte depan FX, kamu di mana?

Happy, salah satu anggota termuda dari grup ini ternyata juga sedang menanti TransJakarta di halte yang dekat dengan halteku.

…..

19.30
Akhirnya aku dan Happy memasuki kawasan perbelanjaan termegah di Jakarta ini. Pertemuan yang nggak disengaja, karena ternyata kami bisa naik bis TransJakarta yang sama dan bertemu di halte bunderan Hotel Indonesia. Aku melangkahkan kakiku lebar-lebar, tak sabar bertemu dengan manusia-manusia seru itu. Aku bahkan menolak ajakan Happy untuk singgah ke kamar kecil. Benar-benar nggak sabar! Selama ini hanya membaca obrolan seru mereka dengan gaya khas masing-masing, kira-kira seperti apa yah penampakannya? :)

22 Juni 2012. Grand Indonesia-Jakarta. Lantai 3. Skybridge. Foodlouver. Tamani Express.

Lalu tak sukar menjumpai kawanan anak muda yang sedang bercengkerama seru ini. Donal, Achid, Harry, Ariev, Ojie, Ulfa, Fetty, Tyo, Hardi, dan Heri. Satu persatu kukenali dengan berjabat tangan. Aku dan Happy lantas berbaur. Entah apa saja yang kami obrolkan sehingga tampak bukan lagi seperti kawan-kawan baru, melainkan reuni sahabat-sahabat lama. Oh ya, sebelumnya ada juga Elly yang sayangnya harus duluan pergi sebelum kedatanganku. Menyusul Adhitya alias Ochoy dan Nugroho alias Ndut datang bergabung, lalu ramailah satu pojok food louver oleh celotehan kami. Berbagi cerita, saling mencela, tertawa, tukar kado, yah sebut saja hal-hal yang membuat kami bisa lepas seperti itu dan tak jarang menarik perhatian dari orang lain di sana …



Dan lantas ada satu momen yang seketika membuat hening, ketika Husni, salah satu anggota yang berada di benua Afrika mewakili kehadirannya melalui sebuah foto. Kami trenyuh, meneteskan air mata dalam arti sebenarnya. Begitu inginnya dia ada di antara kami dan juga sebaliknya, andai kami pun bisa mendengar langsung cerita-cerita serunya di benua hitam sana. Itulah sahabat, tak peduli seberapa jauh jarak yang terhampar, dia selalu terasa dekat. :)



Dua Ransel Wannabe.

Komunitas teman-teman baru yang tersebar di berbagai kota: Jakarta, Jogjakarta, Bekasi, Bandung, Manado, Denpasar, bahkan Malawi (Afrika). Awalnya kami disatukan oleh Dina dan Ryan, pasangan petualang melalui akun twitter mereka @DuaRansel. Awalnya kami diikat oleh hasrat kami untuk mengelilingi dunia. Namun kini semua meluas menjadi jalinan persahabatan yang tak perlu dibatasi topik pembicaraan, apalagi usia. :)

Nothing to wish for this friendship but, let’s be ourselves and complete each other sincerely. :)

dinoy


ps: artikel ini juga ditujukan buat temen-temen DRWB yg nggak bisa dateng gathering: Rere, Antho, Adith, Aini, dyudo, oleq, sastri, farchan, Sony, Uliel dan Widi. :)

4 comments:

Dina DuaRansel said...

Salam hangat dari Osoyoos BC Canada :) Makasih sharing-an manisnya!

Shu Travelographer said...

cool... mantab sharingnya.. nice to meet u all. gatehring berikutnya hindari GI dan mbah jingkrak ya :p

youwontkillemily said...

aku pemeran utama dari novel ini? *huwoooow* peluks ka dinoy! eh ini berkat ka achied, aku bisa meninggalkan komentar *halah bahasanya baku abis*

oke bener kata mas heri, jangan lg di GI atau mbah jingkrak! kita bisa diusir. muahahahaha!

dinoy said...

Thanks teman-teman buat visitasi dan komentarnyaa... *peluk satu-satu* :)