Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Wednesday, August 10, 2011

mencicipi Kuala Lumpur :)

Jadi ini adalah cerita my last-minute-plan-getaway ke Kuala Lumpur.. Kenapa disebut last-minute? karena emang gak ada rencana, dadakan untuk ini, bener-bener begitu saja pengen, dan kebetulan lagi ada tiket promo dari Lion Air untuk rute baru. Jadi alasan yang aku maksud adalah :
  1. Pengen liburan, lagi sumpek, dan kebetulan seorang sahabat bakal menghabiskan waktu liburannya juga disana (jadi ada temen getto)
  2. Sekalian sedikit survey dan menguasai medan karena Maret 2012 akan mengajak papa ku kesana, jadi biar ga blank amat gitu
  3. Pemanasan buat my solo trip to Bangkok this October, wkwkwkw
  4. Ketemu temen baru di KL, kenal dari mas Ari, temen waktu backpacker an ke Singapore :)
Nah ya sudahlah, langsung bahas aja rincian aku disana ngapain aja dan habis berapa aja ya.. :) Aku ke KL dari tgl 7-9 Agt '11, naek Lion Air. Total aku beli tiket ini di awal Juli, Rp 800 ribu. Sempat ngerasa gambling sih, karena si Singa ini lagi diambang batas kesabaran para konsumen nya karena keseringan delay >_< apalagi beberapa kali baca keluhan di socmed (twitter,fb) kalo ada yg lagi kena korban delay nya Lion Air. Eh tapi Puji Tuhan nih ya, pas kemaren baik berangkat maupun pulang, gak ada delay! Tgl 07 berangkat dari Jkt, take off pkl 09.30 (dari jadwal 09.05, ya masih oke lah ya), malah yg pas balik ke Jkt nya lebih ontime lagi, penumpang sudah dipersilakan masuk pesawat pkl 12.30 (dari jadwal take off pkl 13.00). Di KL, aku memang tidak terlalu banyak mengunjungi spot-spot wisata, karena sebenarnya spot wisata yg sebenarnya ada di luar KL (will need more time and cost). Yah namanya juga liburan dadakan, tapi cukup puas juga sih keliling kota :)

Day 1: Tiba di Kuala Lumpur International Airport sekitar pukul 12.30 waktu KL (+1 dari WIB). Beruntung deh naek Lion Air ini, karena meskipun dia masuk kategori Low Cost Carierr, tapi dia dapet jatah di KLIA instead of LCCT (Low Cost Carier Terminal). Im so amazed with this airport. Awalnya habis turun dari pesawat, sempet bingung mo kemana untuk urusan imigrasi? Dan aku lihat ada Aerotrain yang entah kemana, tapi setelah aku tanya pada petugas informasi, memang harus naek kereta canggih itu untuk menuju imigrasi dan ruang airport utama :) Jadi memang antara boarding gate dan ruang utama airport terpisah, dan dihubungkan dengan aerotrain. Jadi cepat-cepatlah aku memasuki Aerotrain yg saat itu udah siap berangkat. Usai berurusan dengan Imigrasi yg lebih lama antrinya daripada urusan inti nya sendiri (waktu itu hari Minggu, banyak banget yang baru datang ke KL), aku langsung mencari tempat mangkalnya bus yang akan membawaku ke Puduraya (berdasarkan hasil googling dan petunjuk dari Hostel bookers, cara termudah dan termurah menuju Hostel ku di China town adalah dengan naik Star Shuttle Bus ke Puduraya). Tidak susah juga mencari bus stesyen ini, karena petunjuk-petunjuk di KLIA sangat jelas. Turun dua lantai ke basement, kita sudah mendapati sekitar 3 loket bus dg berbagai tujuan. Aku langsung menuju loket Star Shuttle yang ada tulisannya menuju Chinatown,Kota Raya,Puduraya. Aku membeli tiket bus seharga 10RM, dan menunggu sekitar setengah jam untuk menuju jadwal pemberangkatan pukul 13.30. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 45 menit dari airport, dengan kondisi bus yang nyaman, ber AC, bersih, dan tempat duduk lega. Melebihi ekspektasiku, bus ini tidak berhenti di Terminal Puduraya seperti yang dijelaskan di HostelBookers, tapi dia berhenti di perempatan dekat Chinatown. Aku segera membuka kertas print out an dari HostelBookers,membaca petunjuknya. Mudah saja, aku melihat Hotel Ancassa, terus setelah lihat hotel itu disuruh jalan terus dan belok kiri. Masuk ke gang yang namanya Jalan Sultan, terhampar banyak hostel dan budget hotel disana.. wew. Nama Hostel yang aku tempati adalah Backpackers Travellers Inn, yang ternyata banyak dijiplak dengan nama-nama yang mirip, makanya si HostelBookers sudah ngasi warning duluan, kalo BTI ini yang asli ada disebelahnya Swiss Inn Hotel. Dari kejauhan sudah keliatan Swiss Inn Hotel nya, tapi sebelum menuju kesana aku putuskan dulu untuk cari SIM Card lokal untuk menghubungi teman baru di KL.Banyak yang rekomen cari aja di Seven Eleven, eh tapi aneh aja, Sevel yang di Jalan Sultan ini gak nyediain SIM Card. Tapi si petugas kasi tau aku untuk beli di sebelah,yang ternyata memang gerai pulsa dan SIM Card. Singkat cerita aku beli perdana Tune Talk dan pulsanya,total isi 9RM pulsa dengan harga 15 RM. Lanjut ke hostel yang udah dekat, aku masuk untuk check in. Agak kesel sih karena disuruh nunggu lumayan lama oleh bapak tua yang lagi jaga resepsionis. Tapi kekesalan itu terbayar saat si bapak bilang "Sorry for keep you waiting" dengan senyum ramah nya. Aku nunjukin bukti booking ku dari HostelBookers (fyi this is my first time booking hostel sendiri), si bapak ngecek, dan aku disuruh bayar sisa nya seperti yg tertera di bukti booking an. No problem at all. Hostel ini yang paaaalingg murah, hanya 12RM untuk 1 malam, jadi total aku perlu bayar 24RM yang sudah kubayar 10% nya waktu booking online dengan kartu kredit, sehingga yang perlu aku bayar ke si bapak adalah 21.6RM. Aku dikasi kunci, sarung bantal, dan seprei kasur. Aku memang booking female dorm, but precautional aja sih, hostel ini hanya untuk kamu yang benar-benar cuek!Karena untuk menuju female dorm kita harus melewati male dorm terlebih dahulu, baru diujung ketemu female dorm. Aku gak sampe nyasar, karena ada petugas yang nganterin aku :) Kelar berbenah, aku hubungi teman baru yang bernama Zian, teman dari mas Ari, yang memang sengaja datang untuk mengambil titipan dari mas Ari. Dia menemani aku ke Pasar Seni(Central Market) untuk ketemu Sha disana (teman mas Ari juga, sudah janjian sebelumnya). Pasar Seni ini juga dekat dengan lokasi hostelku, paling cuma jalan gak lebih dari 10 menit. Sebelum ke Pasar Seni aku mampir dulu di SevEl dekat hotel untuk beli air mineral dalam botol kecil seharga 1.5RM. Pasar Seni ini cocok buat yang doyan shopping,terutama suvenir-suvenir, tapi aku cuma lihat-lihat saja disana. Mampir makan disana, aku beli nasi (nasi putih nya bersantan entah apa namanya, tapi beda dg nasi uduk),sayur toge dan kari ikan (tongkol ?) dengan total 6RM. Sayangnya aku gak jadi ketemu Sha karena dia ada urusan mendadak di Melaka, jadi sore sampai malam itu aku habskan bersama cik Zian, jalan-jalan sambil ngobrol-ngobrol seru! Dia bawa aku ke KLCC, yeah, mall yang dekat (atau bagian dari ?) Petronas Tower. Untuk ke KLCC kita naik LRT (kereta yang dijalankan dengan sistem semacam MRT kalo di Singapore) dari stesyen Pasar Seni. Tiket untuk Single Trip LRT harganya bervariatif sesuai jaraknya, dan dari Ps Seni ke KLCC cost nya 1.6RM. Yakh mulailah kekaguman saya dengan sistem transportasi di KL ini (hehe, sudah ter mindset dengan nuansa metromini dan kopaja di Jakarta sik ya), ya udah plek lah dengan yang di Singapore. Dalem nya adem, petunjuknya jelas bunyi tiap mo berhenti di stesyen LRT (gak kayak Busway yang lebih sering rusaknya petunjuk jalan nya). Tiba di KLCC, kita keliling mall sebentar sebelum akhirnya Zian ngajak aku duduk-duduk di taman didepan KLCC yang ada kolamnya. Dari situ Petronas Tower terlihat megah, Zian dengan baik hati menawarkan untuk mengabadikan gambarku dengan latar belakang Petronas Tower. Hihi baiknya, secara aku gak bawa kamera, wkwkw..
Dari KLCC, kita lanjut ke Bintang Walk. Nah menuju Bintang Walk ini ternyata gak bisa sekali naik, harus dua kali. Ke KL Sentral dulu dg LRT (1.6RM) lanjut jalan ke monorail stesyen, baru deh naek monorail ke Bukit Bintang dg cost 2.1RM. Apa bedanya monorail dengan LRT? Nah ini Zian yg jelasin, kalo monorail ada pemandunya alias ada orang yg ngejalanin. Bukit Bintang ini kawasan rame juga, ada beberapa spot perbelanjaan/mall disana, kami masuk salah satu mall sambil ngobrol2, namanya mal LotTen, ada store National Geographic disana. Habis gitu jalan-jalan lagi, sekalian nemeni Zian buka puasa di AW,sementara aku makan Sari Roti yang masih sisa yang aku bawa dari Jakarta.Btw disana buka puasanya pukul 19.30, dan pukul 19.00 suasanya masih cukup terang. Akhirnya sekitar pukul 20.00 Zian mengantarkan ku kembali ke hostel di Chinatown, dengan rute : monorail Bukit Bintang-KL Central monorail (2.1RM), LRT KL Central-LRT Ps Seni (1RM). Sampai di Hostel,aku cukup lelah, jadi aku putuskan untuk beristirahat setelah mandi.

Day 2: Ini hari dimana aku janjian bakal ketemu dengan sahabat-sahabatku:Lia dan Meli yang baru menghabiskan liburannya di Seoul 9 hari dan singgah dulu di KL, juga dengan orangtua Lia yang ikut serta dari Indonesia. Tapi karena mereka baru datang siang, aku putuskan jalan-jalan sebentar, melewati kawasan Chinatown yang masih sepi saat pagi, ke stesyen LRT Pasar Seni untuk pergi ke Masjid Jamek (1.2-1.4RM,sori lupa hehe) yang kata Zian merupakan kawasan orang Melayu. Jalan-jalan saja disana, itung-itung olahraga sambil liat suasana,hehe, liat juga bangunan Masjid Jamek berwarna coklat. Jalan-jalan tak tentu arah, eh ketemu LRT Stesyen Bandaraya. Pagi itu juga aku memutuskan untuk menghubungi Sha untuk memberikan dua buku yang sudah terlanjur kubelikan buatnya, sayang kalau dibawa pulang lagi. Sha memintaku datang ke LRT Stesyen Taman Jaya, ketemu dengan Aie, suaminya. Nah dari Bandaraya ini tidak ada akses langsung ke Taman Jaya, jadi naik dulu balik ke Masjid Jamek (1.2RM), baru dari Masjid Jamek menuju Taman Jaya dengan cost 2.1RM :) Lepas bertemu dengan Aie dan memberikan buku sambil ngobrol sejenak, aku memutuskan untuk langsung menuju KL Sentral, tempat janjian ketemu dengan Lia dan lainnya. Dari Taman Jaya langsung naik LRT ke KL Sentral (2.1RM). Ohya lupa, waktu di Stesyen Pasar Seni aku menyempatkan beli roti-roti mini seharga masing-masing 1RM tiga biji, total 3RM,sementara minum nya aku sudah beli di hostel yang ternyata harganya lebih murah dari SevEL, hanya 1RM dg ukuran yang sama tapi beda merk :) Di KL Sentral ketemu Lia, Meli,dan orang tua Lia, kami jalan sekitar 10 menitan ke Hotel Sentral tempat mereka menginap. Hehe, lumayan juga sih ngadem, ngincipi kamar hotel nya :D Kami berlima lantas menuju KLCC dari KL Sentral LRT Stesyen, tarifnya sama saja dengan berangkat dari Pasar Seni:1.6RM. Disana kami makan siang, aku baru ingat kalau aku baru makan nasi sekali, yaitu saat di Pasar Seni kemarin sorenya, jadi makanku cukup kalap dan mahal,hehe: Nasi Briyani+udang+Babi (ngok!), plus air mineral, total 15.2RM. Lanjut kita muter-muter mall, juga foto-foto dg latar Petronas Tower. Lantas kembali ke hotel dengan rute sebaliknya dan cost yang sama, untuk istirahat, maklum mereka kan baru sampai. Kalau aku sih lumayan tidur-tiduran juga sambil ngadem dan manfaatin wifi nya,huehe.. Malamnya, kami pergi ke Pasar Seni dan Chinatown, kali ini adiknya Lia yang kuliah disana join juga. Kami naik bus ke Ps Seni dari seberang hotel, dengan cost 1RM, tapi dibayarin adiknya Lia, so nggak aku masukin rincian biaya :) di Ps Seni, kami mau makan malam, tapi ternyata tenant foodcourt banyak yang sudah tutup, waktu itu sudah sekitar pukul 20.30. Untung nya ada satu tenant thai food yang masih buka, aku milih menu Kwetiauw Ayam Goreng dg harga 7.5, air minumnya masih ada yg aku beli di KLCC tadi siang. Usai makan, kami ngider ke kawasan Chinatown, yang ramai sekali saat malam, ramai pedagang, Lampion juga nyala meriah, banyak pedagang menjajakan barang-barang baik suvenir maupun baju-baju, tas, sepatu, dll. Kaos dengan icon Petronas dibandrol rata-rata 6RM, pajangan-pajangan Petronas Tower dengan harga variatif, 5-15RM tergantung size, gantungan kunci dg harga 10RM untuk satu renteng isi 6. Dasarnya aku nggak ada budget untuk shopping, aku cuma lihat-lihat saja, tapi toh akhirnya memutuskan untuk beli miniatur petronas tower dengan harga 6RM (harga pas gak boleh nawar, mana yang jual anak cowok dengan wajah tengil,lempeng aja sekalipun dah coba nawar,wkwkwkwk), ya sekedar kenangan aku dah pernah ke KL :).. Pas di Chinatown ini aku ngerasa badanku dah agak drop.. menjelang pukul 10 malam aku berpisah dengan Lia dan lain-lain, karena toh hostelku sudah dekat, dan mereka juga mau balik ke Hotel Sentral. Sebelum naik ke kamar, aku beli lagi air mineral di resepsionis seharga 1RM,plus beli toilet paper (50sen) karena Kamar Mandi nya nggak nyediain Toilet Paper dan gak ada semprotan buat cebok >_<

Day 3: Aku bangun sekitar pukul 08.30, dan untung nya badanku dah segeran, tapi toh aku nggak memutuskan kemana-mana lagi karena flight balik ke Jakarta pukul 13.00, nanggung banget. Jadi aku mandi, packing, dan check out. Sebelum check out aku masih sempat manfaatin wifi dulu di lantai satu, juga beli air mineral buat sangu. Sekitar pukul 09.45 aku memutuskan untuk pergi, pamit dengan petugas hostelnya, nggak lupa salaman dan bilang "Thank You very much" :) Jalan keluar, aku melihat ada kios yang jual popiah, makanan mirip lumpia basah, seharga 1.8RM, aku beli dua untuk bekal isi perut sampai di Jakarta. Aku memutuskan pergi ke KLIA naek Bus dari KL Sentral. Sebenernya sih katanya bisa juga ambil Bus ke KLIA dari Terminal Pudurya,jalan kaki kira-kira 10 menit dari  Chinatown, tapi aku males cari arahnya, jadi aku memutuskan ke KL Sentral dari LRT Stesyen Ps Seni.. yah, sekalian menikmati canggihnya transportasi ini terakhir kalinya, haha! Sampai di KL Sentral pukul 10.15, pas sekali dengan jadwal bus Airport Coach nya yang pukul 10.30, jadi ga nunggu terlalu lama. Di dalam bus, aku menikmati dua popiahku, lumayan ngisi perut, karena pagi nya aku habis BAB (akhirnya) di Hostel,wkwkwkw.. Harga tiket Airport Coach bus sama saja dengan Star Shuttle, yaitu 10RM. Perjalanan ke KLIA sekitar satu jam jadi sampe sana sekitar pukul 11.30.. check in di Lion Air nggak terlalu lama, terus naek Aeoro Train menuju boarding gate, dan menunggu sampai sekitar pukul 12.30 untuk masuk pesawat dan take off sekitar pukul 13.15.. Great!
Jadi dengan total 200RM, dan aku menganggarkan nggak boleh lebih dari 150RM, eh ternyata masih bisa nyisa 79RM, jadi total pengeluaran 121RM sbb:
Day 1:
Star Shuttle (KLIA-ChinaTown): 10RM
SIMCard TuneTalk+pulsa         : 15RM
Pelunasan Hostel                      : 21.6RM
Air Mineral di Seven Eleven      : 1.5RM
Makan di Pasar Seni                :    6RM
LRT Ps Seni-KLCC                : 1.6RM
LRT KLCC-KL Sentral          : 1.6RM
Monorail KLSentral-BukitBintang:2.1RM
BukitBintang Monorail-KL Sentral: 2.1RM
LRT KL Sentral-Ps Seni          : 1RM
Total Day 1                    :  62.5RM

Day 2:
Air Mineral beli di Hostel : 1RM
3Roti                              : 3 RM
LRT Ps Seni-Masjid Jamek : 1.2RM
LRT Bandaraya-Msjd Jamek:1.2RM
LRT Masjid Jamek-Taman Jaya:2.1 RM
LRT TamanJaya-KL Sentral:2.1RM
LRT KL Sentral-KLCC    :1.6RM
Lunch at KLCC                :15.2RM
LRT KLCC-KL Sentral :  1.6RM
Dinner at Pasar Seni         :7.0RM (aslinya 7.5, tapi 50 sen nya dikasi lebih sama Lia krn ga ada kembalian)
Miniatur Petronas             :6RM
Air mineral di Hostel        :1RM
Toilet Paper                     : 0.5RM
Total Day 2     : 43.5RM

Day 3:
Air Mineral at Hostel : 1RM
Popiah 2                  :3.6RM
LRT Ps Seni-KL Sentral:1RM
Airport Coach Bus    :10 RM
Total Day 3    : 15.6 RM

Total Day 1-3 :121.6RM

~dinoy
















































Tuesday, October 12, 2010

cerita dari 'Travelling Asyik dengan Kocek Irit'











Hai, friends..
Kali ini aku mau bagi-bagi beberapa tips yang aku dapet waktu datang di acara talk show 'Travelling Asyik dengan kocek Irit' di Bookfair Istora Senayan tanggal 10 Oktober 2010 kemaren.. Mungkin ada temen2 fbi yang ikutan dateng juga di acara itu yah? huehehe.. Format acaranya sendiri lebih ke sharing dari lima orang penulis buku travelling on budget, yaitu Mbak Trinity (penulis buku The Naked Traveller 1&2, Duo Hippo Dinamis: Tersesat di Byzantium), Mbak Claudia Kaunang (buku: Rp 500 ribu Keliling Singapura, Rp 2 juta Keliling Macau, Hong Kong
& Shenzhen, dan Rp 2 Juta Keliling Thailand, Malaysia, Singapura), Ariyanto (Rp 2 juta keliling China Selatan dalam 16 hari), Mantos Sihmanto (Rp 2 Jutaaan Keliling Vietnam Dalam 15 Hari), dan Rini Raharjanti (Tiga Jutaan Keliling India dalam 8 Hari). Acaranya diadain jam 13.30, tapi aku datang agak telat jam 14.00 dan langsung sesi tanya jawab. Well, saya tidak mencatat apa saja tips-tips yang diberikan berdasarkan pertanyaan, tapi saya merekamnya dalam otak saya.. So, pardon me if i write it random.. :D

About Budget...

Ada yang nanya, sebenernya kalo para penulis itu bisa jalan2 dengan budget tertentu yang murah, apakah mereka memang membawa uang pas, atau uang nya banyak tapi yang dibelanjakan hanya sedikit (misalnya bawa uang 5 juta ke vietnam tapi yang terpakai hanya 3 juta)..
Mbak Claudia menjawab, percaya nggak percaya, dia selalu bawa uang 'pas-pas an'.. tips nya, dia selalu membuat itinerary apa aja yang akan dia lakukan di suatu tempat, berikut dengan anggaran biaya nya, dan biasanya dia hanya memberi space 10% untuk toleransi biaya tak terduga dari total budget. Dan memang sih, terkadang dia juga memanfaatkan beberapa kartu kredit yang dia miliki, tapi itu hanya sesekali saja, dan apa yang dia tulis di buku itu emang cerminan yang sebenarnya dia habiskan selama backpacking. So tips for travelling on budget is really ON BUDGET! hehe, i mean, jangan sampai kita merencanakan pergi ke suatu tempat (tanpa travel agent loh nama nya backpacker)tanpa rincian kegiatan dan biaya yang jelas, mo nginep dimana juga harus jelas tempat dan anggarannya...


About Visa..

Nah pertanyaan tentang Visa ini siapa lagi yang tepat menjawab nya selaen mbak trinity ! yah bukannya menyepelekan yang laen ya, tapi lewat buku yang aku baca the naked traveller 1, mbak trinity bener2 sudah melanglang buana ke negara-negara di Asia, Amerika, dan Eropa.. oke, jadi tips tentang visa dari dia, sebenernya jangan terlalu takut untuk mengurus visa. Memang untuk beberapa negara tertentu persyaratan visa itu ketat, seperti negara-negara di Eropa dan Amerika. Bahkan ada travel agent yang 'menakut-nakuti' kliennya dengan mengatakan kalau kita ga punya uang puluhan juta, dia ga akan mau urusi visa kita. yeah, itu juga yang pernah saya dengar, katanya untuk urus visa Schengen kudu punya bank garansi lima puluh juta lah, apa lah, wew.. kayaknya kok orang-orang konglomerat doang yang boleh kesana.. Tapi sebenernya intinya cuma satu, negara-negara maju itu ga mau sampe ada imigran gelap masuk.. Oke, jadi tips tentang visa tuh,

1. Financial record..
Ternyata ga seseram yang dibayangkan kok, yang penting kita bener2 kudu baca policy nya. Misalnya untuk urus visa Italia, kita harus bisa nunjukin kalo di rekening kita ada sejumlah uang yang cukup selama kita disana. Misal, persyaratan dari Imigrasi sana, kudu punya sekian euro dalam sehari, silakan dikalikan dengan berapa hari kita traveling disana.. untuk jumlah persisnya, tanya Oom google yah.. Terus yang jadi bukti keuangan tuh rekening tabungan tiga bulan terakhir kita kok, bukan seluruh halaman rekening koran. Jadi, pintar2 aja menyiasati, misalnya kita minjem duit dulu nanti setelah selesai print rekening koran 3 bulan terakhir, dibalikin, huehhee bukan ngajarin bohong ya, just trick aja.. justru kalo pas bulan-bulan terakhir tau2 ada pemasukan yang besar banget itu malah mencurigakan..

2. Bukti tiket pesawat PP
seperti yang udah disebutkan, sebenarnya tujuannya syarat2 visa tuh cuma buat ngeyakinin kalo kita tuh orang baek2 yang mau berkunjung ke negara mereka dan bukan bermaksud jadi imigran gelap (gak ada yang niat kaan? :p ).. So, waktu ngurus visa juga perlu disertakan bukti pemesanan tiket pesawat. tapi jangan khawatir, yang diperlukan tuh bukti booking aja kok bukan issued. Jadi misalnya kalo kita booking online, kita masukin data-data pribadi kita, dan sebelum masuk step payment, kita print aja tuh halamannya.. karena yang dikhawatirkan, kalo ternyata kita dah beli tiket tp visa blm pasti beres gimana tuh?jadi itu tips dari mbak Claudia, print aja bukti booking yang ada nama kita sebelum step payment.

3. Itinerary
Nah ini juga tips dari Claudia Kaunang, kata dia berguna juga kalo kita menyertakan jadwal rencana kita berkegiatan selama di suatu negara beserta budgetnya. Jadi ketika dicocokkan dengan rekening kita, mereka bisa yakin kalau kita ga akan nge gembel disana. Such as, kita tulis mo nginep di hostel mana dan disertakan rate hostel nya, kan bisa dicocokkin tuh..

About BACKPACK itself..

Ada yang iseng bertanya, oke mungkin bukan iseng, tapi penasaran.. halah sama aja ! Jadi benernya, ransel macam apa yang mereka bawa dan berat nya??
jawaban untuk pertanyaan ini tentu nya beragam, misalnya mas mantos yang menjawab kalo berat ransel nya tuh bisa 14 liter, isi nya sih tergantung berapa lama dia pergi. tapi standar aja sih, misalnya 2 celana dan beberapa potong baju atasan, yang jelas pakaian dalam nya yang banyak ya, hehe..mbak Claudia berat ransel nya bisa 10 kiloan if im not mistaken, tapi yang paling funky ya mbak Trinity yang berat ransel nya ga pernah lebih dari 7 kilogram.

About SICK CONDITION..
Untuk beberapa negara yang suka jadi tempat tujuan wisata, memang menyediakan semacam posko-posko kesehatan untuk para pendatang, tapi para backpackers funky ini sepakat dan kompak menyebutkan kalo membawa obat-obatan dari Indonesia itu adalah bekal yang terbaik. Kan bisa aja kita nggak cocok sama obat-obat dari negara setempat. Nah obat2 yang wajib dibawa menurut mereka adalah obat sakit kepala, obat diare (jaga-jaga kalo nggak cocok sama makanan setempat), dan Obat masuk angin. Selebihnya, bawa aja obat sesuai kondisi kesehatan masing2 dan tentu aja jangan lupa survey tentang kondisi negara setempat dan musim saat kita datang berkunjung. Contoh, mas Ari sempat menyepelekan dan lupa membawa pelembap bibir ke China, walhasil bibir nya pecah-pecah ga tahan dengan hawa yang duingiiiin sangad!

About OLEH-OLEH.. (sigh!)
Nah ini nih yang Indonesia buanged ! Mbak Trinity di buku nya bilang kalo sebenernya tradisi oleh-oleh itu cuma Indonesia aja deh yang punya kayaknya ! Soalnya orang-orang dari negara laen kayaknya ga seribet itu beliin printilan buat temen2 di negaranya. Huehehhee, ga mau juga kan jadi bete karena mau nya backpacking an tapi kudu mikir duit lebih karena banyak yang mau dibeliin oleh2? Nah itu sih pintar2 kita saja menyiasati, kalo ada duit lebih ya monggo.. Kalo tips dari Mbak Rini, biasanya kan ada yang suka ga mau dibawain gantungan kunci,ya udah belikan saja magnet kulkas.. atau beli kartu pos dengan gambar negara/daerah setempat terus kirimin deh ke temen2 dari jasa pos di negara itu, akan berasa lebih personal deh oleh-oleh nya. Atau tips yang lebih 'jahat', tahan diri untuk 'pamer' kalau kita mo pergi ke negara/daerah tertentu, tapi begitu kita pulang tau2 foto-foto kita dah nangkring deh di facebook, hueheheheee.. kalo ditanya mana oleh-oleh nya? Nah tuuh foto  nyaaa... Xixixi..

About Akomodasi
Para backpacker pasti nggak asing lagi dengan yang nama nya hostel, atau penginapan murah yang biasanya ditujukan untuk para turis backpacker. Sekarang sih kita sudah gampang cari hostel untuk negara2 tempat tujuan kita, dari internet sekaligus bisa booking on line. Hostel ini biasanya kamar nya terdiri dari beberapa ranjang susun yang isinya ber variatif tergantung harga nya (biasa disebut dorm). Ada dorm yang isi 4,6,8,10,12, bahkan 14 kasur tumpuk.. ada dorm yang mixed (male and female), ada dorm yang private isi nya cuma dua kamar, ada dorm khusus female, pokoknya macem-macem deh ! Kalo kita booking nya dari jauh-jauh hari dan bukan peak season, rasanya masih sangat mungkin dapet pilihan dorm yang terjangkau dan sesuai keinginan kita. Suka nya kalo nginep di hostel ini ya tentunya masalah kocek yang irit, ya.. dan buat kita yang suka nambah temen dan pede, kita bisa kenalan ama temen2 backpacker dari negara-negara laen yang akan sekamar dengan kita. Duka nya, ya tentu saja habit dan budaya yang berbeda. Misalnya nih, pas lagi enak-enak tidur, tau-tau ada yang berisik masuk dan nyalain lampu, atau yang paling kesel kalo ada yang ngorok nya kenceng, atau ehm, ada yang paling apes dapet pasangan bule yang cuek aja ciuman di dalem kamar.. (very sigh!). Sesuai dengan fungsi nya, hostel biasanya juga memiliki persyaratan khusus, misalnya hanya turis luar negeri yang boleh booking, atau yang unik (tapi serius!), orang dengan membawa koper bisa dilarang masuk ! Ini pengalaman pribadi dari teman nya Mas Ariyanto yang ditolak nginep di hostel karena dia bawa koper, jadi dikira orang kaya. Oke, kalian ga harus saklek bawa ransel kok, bawa travel bag yang dijinjing itu juga boleh, tapi jangan koper yaa, tau kan koper, yang bawa nya digeret-geret itu lhooohh !!! huehehee.. Hostel juga ber variatif dan kompetitif, mulai dari harga sampe fasilitas. Mereka biasanya menyediakan free breakfast, free internet/wi-fi, bahkan sampe free kitchen or laundry !! Mantabnyooo...

Wednesday, September 15, 2010

Rating airline menurut dinoy..

Memang terlalu dini untuk mengatakan ini adalah rating, tapi bolehlah ini disebut sharing tentang maskapai penerbangan yang sudah saya cicipi sejauh ini.. Oke, sebelumnya, saya sendiri gak pernah ada alasan khusus dalam memilih salah satu maskapai penerbangan. Yang jelas pertimbangan pertama ya waktu yang harus sama dengan alasan saya pergi ke suatu tempat, dan tentunya harga, hehe.. Oh soal keselamatan juga sih, yang jelas pasti nggak mau naik pesawat terbang yang ecek-ecek atau yang rekor kecelakaannya parah (setahu saya untuk pesawat-pesawat seperti itu sudah di black list ya sama pemerintah, hehe). Saya bukan seperti seorang teman yang cukup ribet dalam memilih nama maskapai penerbangan, 'jangan L****** please.. ' atau 'usahakan dapat C******** doong..' adalah kata-kata yang pernah saya dengar saat saya membantunya memesan tiket penerbangan dari sebuah travel agent.. (buat yang merasa, minal aidin wal faidzin ya,:) )

Oke, dulu naik pesawat terbang adalah sebuah hal yang 'mahal' buat saya..  saya masih lebih memilih kereta api sebagai sarana menuju pulang, karena harganya terjangkau. Tapii, pengalaman pertama mudik lebaran membuatku mulai berpikir ulang dengan pemikiranku selama ini.. Adalah Idul Fitri tahun 2009, dimana saya harus mengalami antri panjang yang tak berbuah dalam berburu tiket KA Gumarang kelas Bisnis andalanku untuk menuju Jakarta-Surabaya menikmati libur lebaran.. Datang pagi-pagi sebelum jam enam, tp antrian di Stasiun Kota sudah membuatku tercengang.. Walhasil dua kali datang pagi-pagi kesana, hasilnya tetap saja saya nggak bisa dapat tiket Gumarang kelas Bisnis.. Cukup stress, karena untuk memesan tiket pesawat juga sudah terlalu mepet, dan harganya sudah gila-gilaan. Singkat cerita, saya dapat juga tiket untuk mudik dari sebuah travel agent, yaitu tiket KA Argo Anggrek seharga setengah juta !! Hmm nyesek juga sih karena dengan harga segitu sebenarnya saya sudah bisa pulang dengan pesawat, kalau saya memesannya beberapa bulan sebelumnya.. Hemat waktu dan tenaga, bayangkan naik kereta api bisa 12-13 jam, dibandingkan naek pesawat terbang yang hanya 1 jam !! *geleng-geleng-kepala* 
Nah dari peristiwa itu saya sudah bertekad gak akan mau pulang mudik lebaran dengan kereta api lagi, tapi untuk kesempatan lain sih, naik kereta api nggak haram sih ya, kalau harga tiket pesawat udah nggak terkejar kocek lagi, hehe..

Okaayyyy,,, masuk ke inti bahasan..

Jadi, sampe hari ini saya berumur 25 tahun 9 bulan dan 16 hari, saya sudah (atau masih?) menaiki pesawat terbang sebanyak empat kali dengan maskapai yang berbeda-beda ! Hehe, bukannya mau sok random ya, tapi ya seperti yang sudah saya sebutkan diatas, saya nih orangnya nggak rewel sama merk, pokoknya waktu dan harga sesuai, dan tentunya merk tersebut bukan merk yang jelek rekomendasinya..  ^^
Pengalaman terbang saya pertama adalah dengan maskapai Air Asia

Sebenarnya saya kurang memperhitungkan pengalaman terbang pertama ini, karena saya adalah 'penumpang pasif' (julukan yang saya ciptakan sendiri untuk penumpang yang nggak ikutan repot dengan masalah booking dan tahu beres check in, boarding, dan flying, hehe).  Saya terbang dengan Air Asia saat malam natal, yaitu 25 Desember 2009. Ide untuk naik Air Asia ini datang dari kakak ipar saya yang juga berencana merayakan Natal di Surabaya, di rumah suaminya yang notabene adalah kakak saya. Jadi dia memesan tiket Air Asia melalui kartu kreditnya untuk dirinya sendiri, suaminya, anaknya (keponakan saya yang tampan) dan tentu saja untuk saya sendiri.. Harga tiketnya 400 sekian ribu seorang. Ketidak sabaran saya untuk terbang perdana, sedikit (oke tidak sedikit, tapi banyak) dirusak dengan jadwal yang tidak menentu dari Air Asia, wuff.. Sebenarnya jadwal pertama yang kami peroleh adalah tgl 24 Desember 2009 pada siang hari, kami tidak merencanakan untuk terbang saat malam Natal.. namun yang ada, kami memperoleh sms yang mengabarkan kalau pesawat kami delay menjadi jam lima sore hari.. Oke sabaar.. Sms itu kami terima pagi hari, jadi kami pun berangkat dengan perkiraan waktu sesuai jadwal yang baru. Namun sesampainya dibandara, kami pun harus mengalami penundaan lagi. Total, dari yang harusnya berangkat siang hari sekitar pukul dua, namun kami benar-benar lepas landas pukul delapan malam... Pelayanan yang mereka berikan adalah makan malam sebagai ganti penundaan keberangkatan.Bentuk makanan yang diberikan tuh seperti paket hematnya Hoka-hoka bento gitu loh, nasi dalam stereofoam dengan lauk gorengan, persis seperti paket hematnya Hokben, hanya saja beda merk. Baiklaah, selain masalah jadwal yang mundur signifikan, sebenarnya saya menikmati isi pesawat yang cukup bagus dan bersih, juga keramahan kru kabin. Jadi terlalu dini untuk mengatakan saya kapok naik Air Asia, karena dalam waktu dekat saya akan kembali menggunakannya, kali ini untuk rute Internasional ;) Masalah ketepatan waktu tidak oke, masalah bentuk fisik pesawat oke, keramahan kru kabin oke, dan penanganan bagasi pun oke.. So far, saya terpaksa menempatkan Air Asia di rating terbawah alias nomer empat, karena menurut saya ketepatan jadwal adalah hal yang terpenting saat kita melakukan suatu perjalanan.. :)

Well, here goes my second experience,,
Berhasil mengukir sejarah dalam hidup sendiri untuk menikmati rasanya 'terbang', rasanya tertantang  untuk mengulanginya lagi. Bukan buat gaya-gaya an ya, tapi seiring perkembangan hidup saya, saya pun tertantang untuk mengubah konsep pikir saya selama ini, ya salah satunya tentang uang. Bukan berarti saya sudah tidak bermasalah dengan uang ya, namun konsep 'how to spend money' yang harus diselaraskan, karena seringkali saya pelit untuk beberapa hal, namun boros untuk hal-hal lain yang kurang perlu.. :) So i start to be wise with my resources.. Mandala air was my second excited experienced ! 



Saking excited nya, hari ini saya mengubah profile picture saya di facebook dengan gambar pesawat mandala, dan saya dengan mantap mengatakan bahwa so far Mandala is the best airline i've ever fly with.. Hohohoo, jadi begini, saya sih nggak mau ngecap dan asal promosi yaaa.. Tgl 18 Agustus saya menaiki pesawat Mandala untuk kembali ke lovely J town dari long weekend dan cuti saya di rumah di Surabaya.. :) Saya hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp 194.500an (oke tidak benar2 merogoh kocek, karena saya menggunakan credit card saya untuk booking) untuk memperoleh e ticket nya !! What a price ! Padahal untuk berangkat ke Surabaya saja saya perlu merogoh kocek (in a real meaning!) sejumlah Rp 195.000 untuk tiket KA Gumarang kelas Bisnis yang dibeli melalui travel agent.. Yup, saya dapat harga semiring itu karena saat itu Mandala lagi ada harga promo.. (so one tip to get the cheapest airline ticket is you must getting online anytime you need to find ticket, rajin-rajin deh ngenet untuk ngeliat dan ngebandingin harga tiket di beberapa maskapai penerbangan, sesuai jadwal yang kamu pengenin).. Hehe, i must admit that having credit card such an advantage for a traveller wannabe like me.. jadi saya tidak ada hasrat untuk gesek kartu untuk belanja-belanja hedon (i think you know what i mean with 'belanja hedon', especially for u, women!), saya lebih suka pakai kartu kredit untuk pemesanan tiket pesawat (boleh cek deh ke kertas tagihannya, tapi jangan deh, off the record! hehe..). Berangkat dari Airport Juanda, jadwal terbang yang pukul 17.25 WIB, berjalan tepat waktu dengan waktu naik pesawat sekitar 15 menit sebelumnya. Waktu saya mau masuk ke seat saya yang dekat jendela (saya selalu minta tempat duduk dekat jendela untuk bisa menikmati pemandangan), sudah ada dua penumpang yang enak tidur di dua kursi sebelahnya. Olala, ternyata ini adalah penerbangan lanjutan dari Denpasar, dengan tujuan akhir Jakarta dan transit sebentar tanpa turun, di Surabaya.. Body pesawat okeh, pelayanan ramah, dan saya pun tidak bermasalah dengan bagasi. Well yeah, sepertinya untuk pemesanan selanjutnya, saya pengen mengutamakan Mandala di pemesanan saya, hehe..


Nah berbekal kekapokan saya menggunakan Kereta Api saat mudik lebaran (yang antri pemesanannya bisa gila-gilaan), akhirnya saya memutuskan untuk lebih bijak memesan tiket pesawat beberapa  bulan sebelumnya, dan saya berhasil memperoleh tiket Batavia Air dengan harga Rp 437 ribu, untuk tujuan Jakarta-Surabaya. 


Oke, sangat worth it lah dibanding tahun lalu saya mudik dengan KA Executive seharga Rp 500 ribu, udah lebih mahal, lebih boros waktu dan tenaga pula ;).. Ini adalah penerbangan perdana saya dengan jadwal (sangat) pagi, yaitu pukul 06 pagi.. Tidak terlalu bermasalah dengan waktu, karena saya masuk pesawat saat waktu menunjukkan jam 06 kurang 3 menitan lah.. Bentuk fisik pesawat dibagian dalam, ya standar bagusnya, pelayanan ramah, tapiiii... saya agak bermasalah dengan bagasi... :(  Saya menitipkan travel bag saya sejumlah satu buah, memang kondisi resleting nya kurang prima, jadi harus pelan-pelan menutupnya. Nah saat tas itu saya ambil di Juanda, kondisi nya resleting nya udah terbuka, dan mungkin karena pihak Batavia ga bisa nutup, jadi ditali aja gitu pegangan tas nya buat nutup.. Saya cek, tidak ada barang yang hilang, tapi posisi nya sedikit kacau.. dan baru saya sadar saat dirumah, toples kue saya rusak, padahal itu bukan toples kaca, hanya toples plastik mika. Aih, apa mereka asal lempar ya saat memasukkan atau mengambil barang2 di bagasi? huff, agak bete ! So, Batavia air for my first time, no problem with the timeline, cabin crew services, body good in standard, but kinda upset with the bagage treatment.. :( Batavia Air harus ada di peringkat 2 terendah ya, diatas Air Asia..


Dan terakhir, maskapai penerbangan yang saya gunakan adalah Citilink, untuk rute Denpasar-Jakarta usai menghabiskan liburan bersama papa di Bali, saat libur lebaran.. 

Untuk yang satu ini, saya termasuk tidak sabar untuk menikmatinya, karena saya banyak baca review yang sangat baik tentang Citilink dari beberapa artikel. Ada suatu kebanggan sendiri menaiki nya, karena Citilink adalah low cost carrier 'terbitan' Garuda Indonesia.. Bahkan di body luar pesawat (foto diatas hanya ilustrasi) yang saya naiki, yang terpampang besar adalah tulisan GARUDA INDONESIA, sedang tulisan Citilink sendiri kalah besar ukurannya, hehe.. Bahkan stiker bagasi di tas saya bertuliskan Garuda Indonesia juga.. :)
Review yang saya baca tentang Citilink, memuji tentang ketepatan waktu, body pesawat yang oke karena luas, dan juga seragam pramugari nya yang lucu karena kasual..
Saya setuju dengan dua diantaranya yaitu ketepatan waktu dan tentang seragam yang unik. Tapi untuk body, sebenernya nggak jelek sih, tapi standar aja kok, nggak lebih bagus dari Mandala kalau saya bilang, hoho.. Fyi, saya menggunakan travel bag yang sama saat menggunakan Batavia Air. Namun bedanya, Citilink jauh lebih ramah terhadap tas saya. Posisi resleting masih tertutup rapi, dan isi didalamnya juga nggak berubah rapinya.. Good services, i placed you at number two, right after Mandala.. :)

Sunday, April 18, 2010

Heiiyooo Jobseekers..

Heiyooo Jobseekers..
Kalo diartiin ke bahasa Indonesia, Jobseeker artinya Pencari Kerja.. Yang namanya mencari itu biasanya karena belum menemukan, yah.. Tapi hal itu ga berlaku buat pengertian Jobseekers, karena ternyata banyak juga karyawan-karyawan yang tergolong Jobseeker juga kok, alias masih mencari pekerjaan di perusahaan laen yang sekiranya lebih berpropspek. Hohoo, berarti aku juga dong termasuk? well yeah not to be hypocrite, i'll say, yess.. :D

Nah jaman sekarang, Metode pencarian kerja ga lagi dengan membuka-buka halaman koran, melingkari lowongan yang cocok, untuk kemudian mengirim lamaran ke lowongan tersebut. Sekarang metode yang digunakan lebih praktis dan akurat, yaitu dengan menggunakan Jasa Internet. [Siapa yang ga pernah buka Internet, hayo ngacuung.. haa, ga mungkin juga ya ga tau Internet bisa baca ini, wkwkwkwkwk]. Jaman sekarang sih udah banyak situs-situs pencarian kerja yang bisa mengarahkan para Jobseeker ke perusahaan-perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Bahkan untuk mengirimkan lamaran, sudah mulai langka metode mengirimkan secara pos, karena kita pun udah bisa menggunakan email untuk mengirim lamaran dalam bentuk file, atau langsung mengisi aplikasi di situs-situs pencari kerja.

Well yeah, as i said, saya pun juga seorang Jobseeker, tough i am not Jobless :D Dan diantara sekian banyak situs pencari kerja, ada beberapa referensi saya. Dua situs pencari kerja yang saya kenal di awal adalah Jobstreet dan Karir.com, dua-duanya menggunakan sistem yang sama, memberikan informasi lowongan sekaligus memasukkan aplikasi lamaran dengan cara yang mudah, yaitu mendaftarkan diri (free, no charge at all), mengisi data-data lengkap, serta memasukkan (upload) file CV dan pas foto kita. Kalo kita udah terdaftar sih, selanjutnya enak, kalo mau apply ke satu perusahaan, tinggal log in aja, otomatis data-data kita akan dikirim ke perusahaan yang bersangkutan. Dari pengalaman saya sih, saya lebih sering dipanggil saat saya memasukkan lamaran ke Karir.com. Entah kenapa, apa mungkin karena perusahaan-perusahaan yang ada di Jobstreet kebanyakan adalah Perusahaan Multinasional (MNC)dengan seleksi ketat?? Might be.. :) tapi bukan berarti saya nggak pernah sama sekali dihubungi dari perusahaan yang menggunakan jasa Jobstreet lhoo..

Nah seiring berjalannya waktu dan juga makin seringnya saya menjelajah dunia maya, saya jadi makin tahu banyak referensi tentang situs pencari kerja. Salah satunya Jobindo. Tapi ya mungkin seperti namanya, maaf bukannya menyepelekan, tapi perusahaan yang ada kurang menantang buat kalian yang suka melirik MNC atau perusahaan-perusahaan besar. Rata-rata yang ada tuh perusahaan lokal yang aku ga pernah tau namanya.. tapi ya boleh dicoba sih, siapa tahu ada mutiara terpendam, hohoho.. Nah, ada satu situs juga yang baru aku tahu akhir-akhir ini (telat nih tahunya) yaitu Jobsdb , situsnya sih hampir sama dengan Jobstreet ya, malah lebih banyak perusahaan-perusahaan yang bagus, baik MNC maupun public listing company.. cuma ada satu kendala yang aku alami dan cukup menjengkelkan waktu buka situs ini, tepatnya waktu daftar. Waktu ngisi kolom lahir, kok fitur kalender nya ga mau buka ya? Diisi manual juga ga mau.. Tapi sempat juga saya berhasil daftar.. Eeehh, besoknya saya log in dengan ID dan password yang sama kok dibilang belum pernah daftar. Aneeeh deh. Tapi untungnya, dia menyediakan fitur aplikasi lamaran bukan hanya untuk member, tapi juga untuk non member. Jadi tetep bisa kirim lamaran deh.. Hoho...

Icpns.com. Jangan terkecoh ya, situs ini ga cuma nyediain info lowongan PNS atau BUMN aja kok, tapi juga lowongan dari perusahaan-perusahaan swasta ternama. Cuma kekurangannya, situs ini suka menyesatkan. Jadi misalnya setelah dia paparkan keterangan tentang lowongan kerja, ditulis kalo mau apply 'silakan klik link dibawah ini'.. eh tapi link link yang ada dibawahnya tuh sama sekali bukan yang berhubungan, tapi lebih ke iklan-iklan numpang lewat!! eee.. cabeee deehhh [pedesss!]. Jadinya saya cuma menggunakan situs ini untuk cari info lowongannya saja. Begitu dapat yang menarik, saya googling lagi deh bagaimana cara apply nya..

Oh ya seperti udah aku bilang diawal tadi, metode menggunakan lowongan di koran udah banyak ditinggalkan, tapi para Jobseeker pasti kalo hari Sabtu tetep suka beli satu koran yang kalo satu hari wiken itu mendadak jadi tebel halamannya kan?? (iya gak, iya gak??) hoho, karena satu koran nasional itu terkenal ngasi extra halaman untuk banyak lowongan kalau hari sabtu.. Nah, sekarang pun kayaknya peminat untuk 'Koran edisi khusus hari sabtu' itu akan mulai berkurang deh sejak adanya KompasKarier yang baru-baru ini dilaunching. Konsep nya sih sama aja dengan beberapa situs pencari kerja yang sudah saya sebutkan, ngasi info sekaligus fasilitas apply online. Walah, apa ga takut omzet edisi khusus sabtu nya turun ya?? Hohohohoo...


Nah itu sih pengalaman-pengalaman ku tentang situs pencari kerja.. FYI, tempat aku kerja sekarang ini juga hasil aku aktif menjelajah karir.com kok. Sudah terbukti, kalau dunia maya banyak sisi positif nya pada dunia nyata.. Tapi ya tetep selektif aja sih, jangan sampe sembarang serbu lowongan, begitu dipanggil bebarengan kita yang bingung sendiri (hohoho, berlaku untuk Jobseeker yang gak Jobless yaah). Tetep hargai dirimu sendiri.. Dan jangan sampai image mu jelek karena cuma asal apply tapi ga mau meresponi panggilan (katanya nanti bisa di blok sama company itu, kan kita gak tahu apa besok-besok kita masih butuh atau enggak)..



Owkay Jobseeker, dont ever stop finding the best in your life.. :)